110 Jabatan Kepsek Masih Kosong

110 Jabatan Kepsek Masih Kosong

NGAMPRAH – Untuk mengisi kekosongan beberapa kepala sekolah (Kepsek) di tingkat Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini sudah melakukan seleksi sebanyak 132 calon Kepsek.

Kepala Dinas Pendidikan KBB Imam Santoso menyebutkan, saat ini masih ada kekosongan jabatan kepala sekolah sebanyak 110 sekolah yang tersebar diberbagai daerah. Namun, untuk menempatinya proses seleksi sudah selesai dilakukan.

“Proses seleksi melibatkan Lembaga Pelatihan dan Pendidikan Kepala Sekolah (LP2KS) dari Malang, selaku lembaga yang berwenang dalam hal seleksi calon kepala sekolah,”jelas Imam ketika ditemui kemarin (1/11)

Menurutnya, banyaknya jabatan kepala SD yang kosong diakibat banyak yang memasuki pensiun. Sehingga, proses seleksi mencari pemimpin yang memang layak mengisi jabatan Kepsek.

Selain itu dari proses penjaringan pada hasil tes administrasi sebetulnya dari jumlah pendaftar sebanyak 176 orang yang lolos. Setelah itu proses seleksi akademik ada 132 orang.

Sedangkan untuk tes akademik akan dilakukan selama dua hari dari Rabu-Kamis 1 sampai dengan 2 November 2017

dan nantinya ditindaklanjuti dengan diklat yang dijadwalkan Februari atau Maret 2018.

“Mereka yang ikut seleksi rata-rata usianya di bawah 54 tahun atau usia tidak lebih dari 56 tahun saat dilantik dengan pangkat golongan 3 C.,”kata dia

Imam memaparkan, jabatan kepala sekolah yang kosong itu sudah ada yang lebih dari dua tahun, tapi proses operasional sekolah tetap berjalan.

Sementara itu, Kepala UPT Pendidikan SD dan Paudni Kecamatan Cihampelas Budiyanto mengungkapkan, di wilayahnya ada 6 SD yang kepala sekolahnya kosong.

Si antaranya, SDN Terang, SDN Sadar Galir, SDN Rancairung 5, SDN Lamping Sari, SDN Cihampelas 2

, dan SDN Cipatik 3. Kekosongan itu karena ada yang meninggal tiga orang, pensiun dua orang, dan satu orang yang dikembalikan jadi guru.

Budiyanto berharap, kekosongan ini bisa secepatnya diisi. Karena memang

di internal sekolah juga membutuhkan kepemimpinan dan arahan untuk kemajuan sekolah dan siswa.

“Sekarang kita tunggu saja seleksinya dan berharap bisa cepat ada hasilnya. Kalau sudah terpilih, mereka bisa langsung bekerja,” tutup Budiyanto (

 

Sumber :

https://egriechen.info/