Aktor-aktor Pengambil Kebijakan Negara

Aktor-aktor Pengambil Kebijakan Negara
Dalam proses pengeluaran kebijakan, menurut O. Jones dalam bukunya wahab yang berjudul Analisis Kebijaksanaan, sedikitnya ada 4 (empat) golongan atau tipe aktor (pelaku) yang terlibat, yakni: golongan rasionalis, golongan teknisi, golongan inkrementalis, dan golongan reformis. Tetapi kemungkinan hanya satu atau dua golongan aktor tertentu yang berpengaruh dan aktif terlibat. Peran yang dimainkan oleh keempat berpengaruh dan aktif terlibat. Peran yang dimainkan oleh keempat golongan tersebut dalam proses kebijakan, nilai-nilai dan tujuan yang mereka kejar serta gaya kerja mereka berbeda satu sama lain.

a. Golongan Rasionalis.

Ciri utama dari kebanyakan golongan rasional ialah mereka melakukan metode dan langkah-langkah berikut:
1) mengidentifikasikan masalah,
2) merumuskan tujuan dan penyusunannya dalam jenjang tertentu,
3) mengidentifikasikan semua alternatif kebijakan,
4) meramalkan atau memprediksi akibat-akibat dari tiap alternatif,
5) membandingkan akibat-akibat tersebut dengan selalu mengacu pada tujuan,
6) dan memilih alternatif terbaik dalam hal ini adalah pemerintah.

b. Golongan Teknisi.

Ciri teknisi pada dasarnya tidak lebih dari rasionalis, sebab ia adalah seorang yang karena bidang keahliannya atau spesialisasinya dilibatkan dalam beberapa tahapan proses kebijakan. Golongan teknisi dalam melaksanakan tugasnya boleh jadi memiliki kebebasan, namun kebebasan ini sebatas pada lingkup pekerjaan dan keahliannya. Biasanya mereka bekerja di proyek-proyek yang membutuhkan keahliannya, namun apa yang harus mereka kerjakan biasanya ditetapkan oleh pihak lain dalam hal ini presiden dan instansi yang terkait.

c. Golongan Inkrementalis.

Golongan aktor inkrementalis ini dapat kita identikkan dengan para politisi. Para politisi, sebagaimana kita ketahui, cenderung memiliki sikap kritis namun sering tidak sabaran terhadap gaya kerja para perencana dan teknisi, walaupun mereka sebenarnya amat tergantung pada apa yang dikerjakan oleh para perencana dan para teknisi dalam hal ini seperti DPR. d. Golongan Reformis (Pembaharu). Seperti halnya golongan inkrementalis, golongan aktor reformis pada dasarnya juga mengakui akan terbatasnya informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam proses kebijakan, sekalipun berbeda dalam cara menarik kesimpulan. Golongan inkrementalis berpendirian bahwa keterbatasan informasi dan pengetahuan itulah yang mendikte gerak dan langkah dalam proses pembuatan kebijakan dalam hal ini antara pemerintah, DPR dan instansi yang terkait dalam kebijakan tertentu.