Konsultasi Sanitasi Sekolah untuk Pendidikan Karakter

Konsultasi Sanitasi Sekolah untuk Pendidikan Karakter

Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

menggelar konsultasi publik roadmap sanitasi sekolah. Topik sanitasi sekolah diangkat karena program sanitasi merupakan salah satu elemen penting dalam meningkatkan kualitas Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Graha Utama Kemendikbud (22/9/2017).

“Bagaimana perilaku memelihara harus kita tanamkan, yang sudah pernah dibangun akhirnya tidak diurus. Sanitasi sekolah adalah agen perubahan, pola hidup memelihara, merawat sebagai salah satu Penguatan Pendidikan Karakter. Kita semua harus terlibat, harus punya tanggung jawab untuk terus mengontrol,” ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Setditjen Dikdasmen) Thamrin Kasman saat membuka diskusi.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budhiman menuturkan bahwa upayadalam

pelaksanaan Pola Hidup Sehat (PHS) bukanlah hal yang mudah. Harus terus dilakukan dengan harapan perilaku tersebut dapat menjadi kebiasaan. Sesuai tujuan nasional, yaitu cerdas berkarakter yang merupakan bagian dari upaya mewujudkan Nawa Cita Bangsa. “Kalau bicara PPK tidak ada batas waktu, itu adalah longlife learning. Semuanya dimulai dari kesadaran kita bersama. Hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya harus didorong dan diperlukan langkah-langkah tindka lanjut,” katanya.

Pemerintah berkomitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dimana salah satu targetnya adalah terpenuhinya akses air dan sanitasi yang layak di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Program sanitasi sekolah adalah bagian dari program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dikelola bersama oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama.

Kondisi sanitasi sekolah di Indonesia sangat genting, sekolah yang ketersediaan air

bersihnya tercukupi hanya 65%, 35% sisanya atau sekitar 70.000 sekolah memiliki kondisi air yang tidak layak. “Harus ada dukungan dan sosialisasi ke Pemerintah Daerah (Pemda), Kemendikbud sudah cukup memfasilitasi. Keinginan daerah untuk merawat inilah yang harus didorong. Kita harus fokus terhadap sanitasi sekolah dan kurangnya ruang kelas, jika ada sekolah yang rusak jangan direhab tapi bongkar dan bangun dari awal” Ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad.

Berbagai penelitian mengungkapkan fakta bahwa meningkatnya akses sanitasi di sekolah berdampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan dan kenyamanan siswa di sekolah, sehingga secara tidak langsung berkontribusi dalam mendukung pembentukan karakter.(Aulia Iqlima Putri/Aji Shahwin)

 

Sumber :

https://merkterbaik.com/