Lestarikan Budaya, Pelajar Pakai Batik Khas Kepulauan Mentawai

Lestarikan Budaya, Pelajar Pakai Batik Khas Kepulauan Mentawai

Kepulauan Mentawai memang sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah

yang memiliki budaya yang unik di Provinsi Sumatera Barat. Selain terkenal dengan keindahan ombaknya, Bumi sikerei sebutan khas Kepulauan Mentawai juga memiliki primata endemik dan kini punya batik khas.

Sebagai bentuk kepedulian dalam melestarikan budaya yang dimiliki Bumi Sikerei, Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Setia meresmikan pemakaian batik bernuansa Budaya Mentawai, pertengahan bulan Maret 2016 lalu. Turut hadir dalam peresmian pemakaian batik bernuansa budaya Mentawai tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sermon Sakerebau dan Wakil Ketua DPRD Mentawai Nikanor Saguruk.

Kadis Pendidikan Mentawai, Sermon mengatakan, Mentawai sudah sangat lama mendambakan memiliki baju batik ala Mentawai. Pada tahun 2012 saat masih menjabat sebagai Kepala Bagian Hubungan Masyarakat di Sekretariat Daerah Pemerintah Mentawai, dirinya pernah ditugaskan ke Pekalongan untuk menjejaki dan mencari motif batik yang sesuai dengan nuansa budaya Mentawai.

“Kita sudah lama mendambakan untuk memiliki batik khas Mentawai. Sewaktu saya masih

menjabat sebagai Kabag Humas tahun 2012 lalu, saya pernah ditugaskan oleh Bapak Edison Saleleu Baja saat masih menjabat sebagai Bupati ke Pekalongan guna mencari batik yang sesuai dengan budaya Mentawai,” katanya.

Meski sekolah swasta, Sermon mengapresiasi atas keberanian SMA Plus Setia memunculkan identitas diri Mentawai melalui baju batik tersebut. Ia berharap hal ini bisa menjadi perhatian bagi pemerintah dan contoh bagi sekolah Negeri yang ada di Mentawai.

Hal senada juga dituturkan wakil ketua DPRD Mentawai Nikanor Saguruk, ini merupakan terobosan untuk menunjukkan identitas Mentawai dan menjadi nilai edukasi pendidikan berkelanjutan bagi generasi penerus di masa yang akan datang.

“Ini terobosan dalam menunjukkan identitas Mentawai sebenarnya, selain itu ini juga menjadi nilai pendidikan

berkelanjutan bagi penerus Mentawai,” tuturnya.

Dengan munculnya baju batik yang bernuansa budaya Mentawai tersebut, Nikanor berharap mampu mempengaruhi lingkungan dan sekolah yang ada di Mentawai. Ia juga menuturkan hal ini bisa menjadi promosi nilai budaya dan kearifan lokal melalui pendidikan.

“Hal ini bisa mempengaruhi lingkungan masyarakat dan sekolah di seluruh Mentawai. Dan ini juag bisa menjadi awal promosi nilai budaya dan kearifan lokal melalui pendidikan,” jelasnya.

Menyinggung legalitas pemakaian batik bernuansa budaya Mentawai, Nikanor mengatakan pihaknya di DPRD siap mendukung dan menunggu perda yang diajukan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dan SKPD terkait lainnya.

 

Baca Juga :