Masyarakat Korsel Tak Antusias dengan Peluncuran Galaxy S10

Masyarakat Korsel Tak Antusias dengan Peluncuran Galaxy S10

Masyarakat Korsel Tak Antusias dengan Peluncuran Galaxy S10

Samsung resmi meluncurkan flagship terbarunya, Galaxy S10 pada 20 Februari 2018

di San Fransisco, AS. Tak tanggung-tanggung demi memenangkan pasar di segmen atas yang semakin kompetitif, chaebol Korsel itu menyiapkan tiga model S10.

Samsung sangat berharap, kehadiran S10 dapat membantu mereka kembali ke jalur positif. Dalam dua tahun terakhir, sang penguasa pasar itu memang tengah mengalami masa-masa suram dalam bisnis smartphone.

Perusahaan tak ingin lagi terjebak dalam pusaran kegagalan, seperti yang terjadi pada pendahulunya S10, yakni Galaxy S9.

Imbas dari penjualan S9 yang diluar prediksi, membuat kinerja Samsung anjlok.

Raksasa Korea itu, mengalami penurunan pendapatan hingga dua digit pada Q4 2018. Disebabkan oleh anjloknya pengiriman dan harga yang jatuh.

Sayangnya, harapan Samsung untuk kembali ke jalur pertumbuhan masih dalam tanda tanya. Pasalnya, di dalam negeri sendiri, pre-order Galaxy S10, terbilang mengecewakan.

Jumlah pelanggan yang mendaftar dengan operator setempat, untuk memperoleh Galaxy S10 ternyata lebih rendah dari pada generasi sebelumnya.

Harian terkemuka, The Korea Herald melaporkan, bahwa jumlah pelanggan memilih Galaxy S10

pada hari pertama pendaftaran, hanya mencapai 140.000.

Angka itu lebih rendah dibandingkan dua varian sebelumnya. Galaxy S9 yang mencapai 180.000 dan 200.000 untuk Galaxy Note 9 pada 2018.

Samsung menangkis laporan tersebut dengan mengatakan kepada situs web Korea Selatan, The Investor, bahwa laporan asli “didasarkan pada statistik yang salah” untuk Galaxy S9 dan Galaxy S10.

Namun Samsung tidak menjelaskan dengan cara apa mereka salah. Samsung hanya menambahkan, penjualan MVNO untuk smartphone baru juga dikecualikan

 

Baca Juga :