MENJALANI HIDUP DENGAN BERANAK CUCU

MENJALANI HIDUP DENGAN BERANAK CUCU

Adam dan Hawwa’ ditaqdirkan oleh Allah Ta’ala untuk menjadi suami istri guna menjadi sebab lahirnya anak- anak Adam dan kemudian memenuhi kehidupan di muka bumi ini. Diriwayatkan oleh Al Imam At Thabari dalam Tarikhnya dari Ibnu Abbas dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam bahwasanya beliau bersabda : “Allah Ta’ala mengambil perjanjian dari punggung Adam di tempat yang bernama Na’man di Arafah. Maka Allah mengeluarkan dari punggung Adam calon anak turunannya dalam bentuk sesuatu yang bisa dilihat oleh mata, kemudian mereka diletakkan di depan kedua mata Adam dan Allahpun mengajak bicara mereka, maka Allah berfirman : Bukankah Aku ini adalah Tuhan sesembahan kalian ? Mereka calon manusia itu menjawabNya : Bahkan kami mempersaksikan yang demikian itu. Persaksian demikian ini Kami lakukan agar jangan sampai nanti di hari kiamat kalian menolak keputusan adzab Kami atas perbuatan dosa kalian, dengan mengatakan : Oo, kami lupa sehingga kami berbuat demikian. Atau kalian mengatakan : Sesungguhnya yang berbuat syirik itu adalah nenek moyang kami sebelum kami lahir di dunia, sedangkan kami adalah anak cucu mereka sesudah generasi mereka. Apakah pantas Engkau Ya Allah, akan membinasakan kami sebagai akibat perbuatan orang- orang ahli batil dari nenek moyang kami”.

Ibnul Atsir dalam Al Kamil Fit Tarikh jilid 1 halaman 39 meriwayatkan : “Kemudian Allah turunkan Adam dari posisinya di puncak gunung (yaitu tempat pertama kali dia diturunkan di muka bumi ini) ke lembah gunung itu dan Allah jadikan dia sebagai pimpinan di muka bumi ini atas penghuninya waktu itu yang terdiri dari kalangan jin dan binatang melata dan burung-burung serta berbagai jenis hewan yang lainnya. Maka Adam mengadukan keresahannya kepada Allah Ta’ala dengan mengatakan : Wahai Tuhanku, tidakkah di muka bumi ini tidak ada yang bertasbih kepadaMu selain aku ? Maka Allah Ta’ala menjawab : Aku akan mengeluarkan dari sulbimu, anak keturunanmu yang nantinya mereka selalu bertasbih dan bertahmid kepadaKu dan Aku akan jadikan padanya rumah-rumah yang di sana dipanjatkan berbagai dzikir kepadaKu, juga Aku akan membikin padanya satu rumah yang mendapatkan kekhususan dariKu dengan kemulyaan dariKu dan akan Aku namakan dia sebagai RumahKu. Aku akan jadikan ia sebagai tempat yang mulya yang dijamin adanya keamanan padanya. Maka barangsiapa yang memulyakan rumahKu itu dalam rangka memulyakanKu, Aku pasti akan memberikan kemurahan kepadanya, dan barangsiapa menakut-nakuti orang yang mengunjungi rumahKu itu, maka sungguh dia telah menantang perlindunganKu padanya dan melecehkan kehormatanKu. Rumah itu adalah rumah yang pertama kali di muka bumi dibangun di muka bumi. Barangsiapa yang melakukan perjalanan untuk menuju kepadanya dengan niat semata-mata untukKu dan tidak untuk yang lainnya, maka dia menjadi tamuKu dan sepantasnya atas orang yang mulya untuk memulyakannya sebagai tamu Allah dan menolong segala keperluannya. Dan engkau wahai Adam, hendaknya menziaraihi rumahKu itu selama engkau masih hidup di dunia ini. Kemudian akan menziarahinya ummat-ummat dan generasi demi generasi serta para Nabi-Nabi dari anak cucumu nanti sepeninggal engkau. Kemudian Allah ta’ala memerintahkan Adam untuk menziarahi Al Baital Haram di Makkah”.

Demikianlah ketentuan Allah Ta’ala bagi kehidupan Adam dan Hawwa’ serta anak cucunya. Keduanya menjalani kehidupan sebagai suami istri guna dengan sebab itu Allah tentukan kelahiran anak cucunya dalam kehidupan dunia ini. Ibnu Atsir meriwayatkan dalam Al Kamil Fit Tarikh bahwa pergaulan suami istri Adam dan Hawwa’ mengakibatkan hamilnya Hawwa’ dan kemudian melahirkan anak dengan kembar sepasang laki dan perempuan. Dan setelah itu Hawwa’ selalu melahirkan anak kembar sepasang laki dan perempuan sampai dua puluh kalahiran dan anaknya yang lahir sebanyak empat puluh dengan lelaki dua puluh orang dan perempuan dua puluh orang. Dan mulailah ramai kehidupan rumah tangga Adam dan Hawwa’, sehingga mulailah muncul problem-problem rumah tangga itu sebagai konsekwensi kehidupan rumah tangga di dunia.

Sumber : https://aziritt.net/