Pendapatan Perkapita

Pendapatan Perkapita

Selain menggunakan pendapatan nasional

tingkat kemakmuran rakyat dapat diukur dari pendapatan perkapita. Besarnya pendapatan perkapita, sangat erat kaitannya dengan pertambahan penduduk. Pendapatan perkapita menunjukkan kemampuan yang nyata dari suatu bangsa dalam menghasilkan barang dan jasa dan kenikmatan yang diperoleh setiap penduduk. Hasil penghitungan pendapatan perkapita sebenarnya tidak dapat secara langsung digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara.

 

Hal ini disebabkan pendapatan perkapita

kurang memerhatikan aspek distribusi pendapatan. Misalnya dua negara mempunyai pendapatan nasional yang sama besarnya, namun belum tentu kesejahteraan penduduk negara-negara tersebut sama. Misalkan pada tahun tertentu diketahui bahwa pendapatan nasional negara A dan pendapatan nasional negara B sama, yaitu Rp200 juta. Jumlah penduduk negara A adalah 200 jiwa sedangkan jumlah penduduk negara B adalah 400 jiwa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pendapatan rata-rata penduduk negara A adalah Rp200 juta dibagi 200 maka hasilnya Rp1.000.000,00 sedangkan pendapatan rata-rata penduduk B adalah Rp200 juta dibagi 400 adalah Rp500.000,00. Dengan demikian terlihat bahwa pendapatan rata-rata penduduk di negara A lebih besar dibandingkan di negara B. Namun, apakah penduduk di negara A lebih makmur dari negara B? Jawabnya, belum tentu! Karena bagaimana pendistribusian pendapatan di negara A atau B belum diketahui.

Berdasarkan contoh di atas, pendapatan rata-rata

penduduk negara A sebesar Rp1.000.000,00, artinya nilai barang dan jasa yang dapat diperoleh masing-masing penduduk sebesar Rp1.000.000,00. Jadi apa yang dimaksud pendapatan perkapita? Pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara selama satu periode tertentu. Atau pendapatan perkapita dapat juga diartikan sebagai nilai atau jumlah suatu barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara selama satu periode tertentu.

Secara matematis

besarnya pendapatan perkapita dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Adapun Bank Dunia mengelompokkan negara-negara di dunia berdasarkan pendapatan perkapitanya menjadi lima kelompok, yaitu :

  • Kelompok negara berpendapatan rendah (law income economies), yaitu negara-negara yang memiliki PNB perkapita lebih kecil dari US $ 520.
  • Kelompok negara berpendapatan menengah bawah (low middle income economies), yaitu negara yang memiliki PNB perkapita sekitar US $ 1740.
  • Kelompok negara berpendapatan menengah (middle income economies) yaitu negara yang memiliki PNB berkapita sekitar US $ 2990.
  • Kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income economies) yaitu negara yang mempunyai PNB perkapita sekitar US $ 4870.
  • Kelompok negara berpendapatan tinggi (high income economies), yaitu negara yang memiliki PNB perkapita sekitar US $ 25.480.

Berikut ini disajikan data mengenai Produk Domestik Bruto (PDB) perkapita Indonesia dari tahun 2003 sampai 2005.

Sumber : https://solopellico3p.com/