Program FDS Tetap Berlaku di Karawang, Ribuan Santri Siap Demo

Program FDS Tetap Berlaku di Karawang, Ribuan Santri Siap Demo

Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdatul Ulama (NU) Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby

berencana mengerahkan para santri untuk demonstransi ke Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karawang. Rencana tersebut dibuat menyikapi pernyataan dari Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Karawang Dadan Sugardan yang terkesan tidak akan mengindahkan aspirasi PC NU Karawang, yang memprotes sistem full day School (FDS).

Kami PC NU Kabupaten Karawang akan kerahkan para santri Nahdatul Ulama se Karawang,

untuk lakukan aksi tolak sistem FDS,” ujar kang Uyan, Senin (2/10).

Dia mengatakan, dari awal sikap NU sudah tegas menolak kebijakan sekolah 5 hari yang sedang diujicobakan oleh Disdikpora Karawang di beberapa sekolah. Terlebih ditegaskannya, kebijakan sekolah 5 hari bertentangan dengan Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang Diniyah Awaliyah Takmiliyah (DTA).

“Kita sudah beraudiensi dengan DPRD Karawang, kita sudah beraudiensi dengan Kemenag, termasuk dengan Disdikpora Karawang. Tetapi mengapa tiba-tiba muncul pernyataan Kepala Disdikpora yang terkesan menolak aspirasi dari PCNU ini,” katanya.

Ditambahkan Kang Uyan, langkah selanjutnya PCNU Karawang memang akan beraudiensi

langsung dengan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana. Ketika Bupati menyatakan sikap yang sama seperti sikap Kepala Disdikpora, Kang Uyan mengaku akan mengepung kantor Pemkab Karawang untuk melakukan aksi demonstrasi bersama ribuan santri dan warga NU.

“Sekali-kalilah santri dan warga NU juga pengen demo di kantor Bupati Karawang. Karena selama ini kita memang terkesan dianggap tidak punya power dalam menyikapi sebuah isu atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Diakhir perkataannya Kang Uyan menegaskan, semua jalur diplomasi untuk menolak kebijakan 5 hari sekolah yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 ini sudah dilakukan oleh Pengurus PCNU Karawang. Dan ketika semua jalur diplomasi tidak membuahkan hasil, maka jalur aksi akan menjadi pilihan bagi NU di dalam menyikapi kebijakan pemerintah yang keliru ini.

“Saya tegaskan pengurus PCNU Karawang hari ini berbeda dengan pengurus sebelumnya. Karena dalam khitoh-nya NU akan menjadi rumah besar umat sampai kapanpun. Sehingga segala macam persoalan kemasyarakatan dan pemerintahan yang dipandang keliru, maka di situlah NU akan hadir untuk meluruskan. Dan mengenai penolakan kebijakan sekolah 5 hari ini, PCNU Karawang masih terus bergerak,” pungkasnya

 

Sumber :

https://planitdesign.org/kiat-menulis-kata-pengantar-untuk-makalah-yang-baik-dan-benar/